Global Summit Of University Leaders

Global Summit Of University Leaders (GSoUL) , Rabu 27 Maret 2019 pelaksanaan acara tersebut dalam rangka Dies Natalis Universitas Islam Malang (Unisma) yang ke-38. Dies Natalis hari ke dua tidak hanya menjamah gedung Ali Asya’ari saja, namun juga gedung Umar bin Khottob (gedung Rektorat), halaman depan gedung Ustman bin Affan (gedung B) dan gedung Ali bin Abi Tholib (gedung Pascasarjana).

Sekira pukul 08.25 WIB rombongan para Rektor Universitas beserta Rektor Unisma, Masykuri, M.Si tiba di gedung Ali Asya’ari. Dengan disambut tari tradisional dari Sumatera Utara (tari Tor-Tor, red) rombongan disambut dengan meriah dan digiring menuju kursi yang telah disiapkan khusus oleh panitia. Di gedung termegah yang berdiri di unisma itu, pemotongan tumpeng sebagai simbol bertambahnya usia 38 tahun.

Tak berhenti sampai disitu, setelah menikmati penampilan budaya di gedung bundar tersebut, seluruh rombongan dan rektor segera menuju halaman depan gedung Ustman bin Affan untuk sesi pemotretan. Pada sesi ini juga berlangsung penandatanganan Declaration Of World University Leaders dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Usai ramah tamah dan istirahat, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan pengukuhan pengurus Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdatul Ulama yang dilantik oleh Kemenristekdikti Prof. Mohamad Nasir di gedung Pascasarjana .

Acara ini dihadiri oleh sekitar empat belas rektor dari Universitas yang berbeda, dalam rangka menjalin kerja sama yang baik antara universitas dalam ranah international, semisal beasiswa international. “ Ada 14 negara yang hadir, namun kita sudah bekerjasama dengan 24 negara. Ada summer program, kemudian kita change tukar menukar mahasiswa, dosen, bahkan juga memberi beasiswa. Misalkan mereka nanti bisa kuliah disini 1 tahun, di sana 3 tahun. Begitu juga sebaliknya. Ini nanti akan kita rumuskan bersama dan alhamdulillah kita sudah menindaklanjuti event di luar negeri. Diantaranya kita mengirim beberapa perwakilan untuk event yang dilaksankan oleh berbagai perguruan tinggi serta yang menjadi media partner kita guest lecturer di berbagai negara” ujar pak masykuri saat diwawancarai oleh rekan media seusai foto bersama dengan para rektor lain didepan gedung Ustman bin Affan.

Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, pada diesnataliesnya kali ini unisma membuat trobosan baru dengan menjadi tuan rumah atas sebuah acara international yang cukup besar, semoga dengan terselnggaranya acara ini, dapat mewujudkan salah satu impian unisma yaitu menjadi Campus World Class University.

“I like very much in the morning session celebration of University Anniversary because a lot of performances presenting the University cultures. And the university leaders can exchange their experierences to each other, personally I think it is perfect,” ungkap Mike Y. K. Guu, Ph.D. selaku President Professor, Food Engineering dari National Pingtung University. (irm/iql)

Dies Natalis UNISMA ke 38

Selamat ulang tahun ! Pada hari selasa tanggal 26 maret 2019, Universitas Islam Malang (UNISMA) membuka serangkaian acara dalam rangka diesnataliesnya yang ke 38 di gedung bundar unisma( Ali Asy’ari ) pada pukul 08:00 WIB acara pertama diawali dengan grand opening Parade Nusantara dan Expo pendidikan yang dimeriahkan oleh tarian daerah dari berbagai macam suku dan adat-istiadat untuk menyambut datangnya rektor beserta rekan kerja yang teah menjalin kerjasa dengan UNISMA seperti Timor leste dan Brunei Darussalam. Tarian pertama sebagai pembuka ada tarian yang berasal dari Aceh dan kemudian disusul oleh Tarian Daerah lainnya dengan meriah.

Selain menyajikan tarian daerah, unisma juga menyajikan stand-stand untuk memperkenalkan budaya lokal seperti budaya madura, bali, sulawesi, nusa tenggara dan lain-lain. Stand tersebut merupakan sumbangsih setiap fakultas di UNISMA untuk memperkenalkan budaya serta makanan khas dan juga pakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia seperti halnya stand  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bertemakan Surga Nusa Tenggara, Fakultas Kedokteran (FK) bertema Papua dan lain-lain.

Acara pada pagi hari itu berlangsung cukup meriah dibuka oleh sambutan rektor Unisma bapak Masykuri M,Si. Dan dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dibukanya serangkaian acara diesnatalies unisma yaitu Parade Budaya dan Expo Pendidikan. Selain adanya cara tersebut Unisma juga menjadi tuan rumah dari acara international yang cukup besar yaitu Global Summit Of University Leaders (GSoUL), sebuah ajang berkumpulnya beberapa rektor dari negara yang berbeda dan telah menjalin kerjasa dengan UNISMA untuk menandatangani MoU sebagai bukti kerja samanya dengan Unisma.

Diesnatalies pada tahun ini membawa aura yang berbeda dari tahun sebelumnya, sehingga dapat membuktikan bahwa kampus Unisma dapat unjuk gigi ke kancah international, selain itu adanya parade budaya juga dapat membuktikan akan keberaneka ragaman yang dimiliki oleh Indonesia seperti etnis,budaya, adat, ras dan lain-lain dapat diterima dengan baik di UNISMA.

“ acara ini memang kita desain sedemikian rupa unutuk mengapresiasi dari seluruh seni budaya di Nusantara, sebenarnya pihak kampus ingin menampilkan 30 lebih budaya dalam acara ini, namun karena terbatasnya waktu maka hanya 20 budaya saja sebab tujuan akan diselenggarakannya acara ini adalah terjalinnya keberagaman antar suku dan perbedayaan budaya, sebab mahasiswa harus bisa berbaur dan menerima perbedaan yang dimiliki oleh bangsa ini sebab, perbedaan ini adalah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia” ucap pak Badat Muwwahid selaku Wakil rektor 3 ketika dimintai keterangan saat acara tersebut.

Pak badat juga menambahkan bahwa pada hari kedua nanti saat pembukaan Global Summit Of University Leaders, juga akan ditampilkan tiga tarian terbaik untuk Grand Opening acara tersebut. Selain itu bapak wakil rektor 3 juga terkesan terhadap Stand yang dimiliki oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, sebab terkesan menarik dan juga kaget bahwa ternyata di Nusa Tenggara banyak tempat menarik, yang patut di kunjungi.

Acara berlangsung lancar dan cukup meriah, dan tidak terasa UNISMA sudah berumu 38 tahun, semoga dengan bertambahnya usia, dapat menjadikan warga UNISMA menjadi semakin matang dalam berfikir, bertindak, bertutur kata, dan tentunnya menjadi lebih baik, sebab yang menjadikan kampus terbaik, bukanlah bangunannya yang megah melainkan orang-orang yang lahir didalamnya dan ikut andil sebagai agen perubahan menjadi lebih baik.

Salah satu rektor dari Universitas Centro Da Comunidade Islamica De Timor Leste Arif Abdullah Sagran juga sempat menyampaikan bahwa “Alhmdulillah sudah yang kedua kalinya bisa hadirdi Unisma dan memang tempat ini merupakan Kampus Islam yang besar dan alhamdulillah Kampus di Timor Leste dapat berkerjasama dan saling mempererat dalam bidang pendidikan melalui MoU.sebab Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan dengan jumlah mahasiswa yang banyak turut memberikan warna dalam kebudayaannya”.

Pak arif juga menambahkan “kesan dan pesan ketika berkunjung di Unisma yaitu “Unisma terus meningkatkan kebanggaan pada islam dan Insyaallah kesuksesaan Unisma juga Kesuksesaan Islam, dari bumi nusantara hingga ke Timor Leste. Tiga kata yang dapat menggambarkan Unisma “ Unisma is Great”

(zah/iql)