Kali Perdana, Oshika Maba 2019 Sukses Persembahkan Sepuluh Formasi

Lapangan utama Universitas Islam Malang (Unisma) berbeda dari hari biasanya. Mahasiswa baru (maba) tengah membentuk formasi, warna hijau dan putih dari almamater yang dikenakan terhias asri nan rapi.  

(31/8/2019) Sabtu- Siang, kali perdana Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba) Unisma berhasil membentuk sepuluh formasi. Tulisan yang dihasilkan dari formasi tersebut diantaranya, Unisma Aswaja, 74th, Nadhltul Ulama’, Kami NU, Kami Unisma, Unisma, NKRI Harga Mati, Unisma Bintang Sembilan, Kami Indonesia, dan gambar Kiai Hasyim Asy’ari.

Ketua pelaksana Oshika Maba 2019 Muhammad Yunus, M.Pd menuturkan bahwa formasi ini baru pertama kali diadakan. “Jika Universitas lain hanya mampu membuat delapan atau tujuh formasi, maka Unisma saat ini mampu membuat sepuluh formasi”, ungkap Pak Yunus saat mensosialisasikan rancangan formasi pada panitia Oshika Maba 2019.

Dari data yang didapat redaksi mahasiswa baru berjumlah 4568, secara serempak mereka membentuk sepuluh formasi. Dengan bantuan tim kreatif dan seorang pemandu di depan sepuluh formasi akhirnya bisa terbentuk.

Menurut Uwais Aghni sebagai ketua tim kreatif foto KH Hasyim Asy’ari menjadi pilihan, sebab beliau adalah tokoh pendiri NU sekaligus yang begitu ikonis dikalangan nadhliyin. “Kesepuluh formasi ini hasil rancangan dari pihak rektorat, BEM, dan Tim Kreatif”. Ungkap Uwais Aghni sebagai ketua Tim Kreatif.

Sementara itu, ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Unisma Ahmad Syaifullah menuturkan formasi ini sebagai bukti bahwa Unisma juga mampu menonjolkan hal hal kreatif dan Unisma sebagai kampus berkualitas bagus. Panitia penyelanggara dan jajaran rektorat Oshika-Maba merasa cukup puas dengan formasi yang dihasilkan meski persiapan hanya sekitar satu bulan setengah.

“Kita dapat membuat formasi yang banyak dan cukup rumit dengan persiapan minim. Kedepannya dengan dibentuk tim kreatif dari mahasiswa semester bawah, kami berharap formasi oshika tahun depan akan dikemas lebih baik” ungkap Ketua BEM seraya tersenyum bangga.

Kemaksimal formasi tersebut juga berkat bantuan dari konsultan tim kreatif dari LUMIO, salah satu tim kreatif yang sudah banyak melakoni EO (Event Organizer) di kota Malang. “Meski mereka hanya sebagai konsultan, saya sangat berterimakasih atas bentuk sumbangsihnya” lanjut Saiful pada redaksi LPM Fenomena.

Presiden mahasiswa Unisma tersebut juga menyangkan beredarnya berita dan gambar dari pihak tidak bertanggung jawab yang membuat formasi diluar sepuluh formasi valid. “Sudah saya sampailan pada forum Ormawa bahwa berita dan gambar diluar sepuluh formasi itu hoax, yang resmi dapat diakses melalui official youtube Humas Unisma dan akun instagram @unisma_malang, diluar itu gambar ataupun formasi berasal dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Saya juga menyangkan kepada pimpinan Bem Fakultas, dan beberapa pimpinan organisasi intra yang mudah percaya terhadap hal yang demikian, kembali lagi saya tegaskan diluar akun official youtube dan instagram itu adalah hoax”, ungkap Syaifullah dengan tegas. Kendati demikian, ia mengungkapkan rasa puas dan bangga atas kesuksesan dari sepuluh formasi. Kesepuluh formasi ini juga sebagai sokongan dari cita cita Rektor Unisma sebagai kampus pelopor perdamaian dunia. (Reporter:Dani Alifian)

Global Summit Of University Leaders

Global Summit Of University Leaders (GSoUL) , Rabu 27 Maret 2019 pelaksanaan acara tersebut dalam rangka Dies Natalis Universitas Islam Malang (Unisma) yang ke-38. Dies Natalis hari ke dua tidak hanya menjamah gedung Ali Asya’ari saja, namun juga gedung Umar bin Khottob (gedung Rektorat), halaman depan gedung Ustman bin Affan (gedung B) dan gedung Ali bin Abi Tholib (gedung Pascasarjana).

Sekira pukul 08.25 WIB rombongan para Rektor Universitas beserta Rektor Unisma, Masykuri, M.Si tiba di gedung Ali Asya’ari. Dengan disambut tari tradisional dari Sumatera Utara (tari Tor-Tor, red) rombongan disambut dengan meriah dan digiring menuju kursi yang telah disiapkan khusus oleh panitia. Di gedung termegah yang berdiri di unisma itu, pemotongan tumpeng sebagai simbol bertambahnya usia 38 tahun.

Tak berhenti sampai disitu, setelah menikmati penampilan budaya di gedung bundar tersebut, seluruh rombongan dan rektor segera menuju halaman depan gedung Ustman bin Affan untuk sesi pemotretan. Pada sesi ini juga berlangsung penandatanganan Declaration Of World University Leaders dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Usai ramah tamah dan istirahat, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan pengukuhan pengurus Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdatul Ulama yang dilantik oleh Kemenristekdikti Prof. Mohamad Nasir di gedung Pascasarjana .

Acara ini dihadiri oleh sekitar empat belas rektor dari Universitas yang berbeda, dalam rangka menjalin kerja sama yang baik antara universitas dalam ranah international, semisal beasiswa international. “ Ada 14 negara yang hadir, namun kita sudah bekerjasama dengan 24 negara. Ada summer program, kemudian kita change tukar menukar mahasiswa, dosen, bahkan juga memberi beasiswa. Misalkan mereka nanti bisa kuliah disini 1 tahun, di sana 3 tahun. Begitu juga sebaliknya. Ini nanti akan kita rumuskan bersama dan alhamdulillah kita sudah menindaklanjuti event di luar negeri. Diantaranya kita mengirim beberapa perwakilan untuk event yang dilaksankan oleh berbagai perguruan tinggi serta yang menjadi media partner kita guest lecturer di berbagai negara” ujar pak masykuri saat diwawancarai oleh rekan media seusai foto bersama dengan para rektor lain didepan gedung Ustman bin Affan.

Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, pada diesnataliesnya kali ini unisma membuat trobosan baru dengan menjadi tuan rumah atas sebuah acara international yang cukup besar, semoga dengan terselnggaranya acara ini, dapat mewujudkan salah satu impian unisma yaitu menjadi Campus World Class University.

“I like very much in the morning session celebration of University Anniversary because a lot of performances presenting the University cultures. And the university leaders can exchange their experierences to each other, personally I think it is perfect,” ungkap Mike Y. K. Guu, Ph.D. selaku President Professor, Food Engineering dari National Pingtung University. (irm/iql)

Dies Natalis UNISMA ke 38

Selamat ulang tahun ! Pada hari selasa tanggal 26 maret 2019, Universitas Islam Malang (UNISMA) membuka serangkaian acara dalam rangka diesnataliesnya yang ke 38 di gedung bundar unisma( Ali Asy’ari ) pada pukul 08:00 WIB acara pertama diawali dengan grand opening Parade Nusantara dan Expo pendidikan yang dimeriahkan oleh tarian daerah dari berbagai macam suku dan adat-istiadat untuk menyambut datangnya rektor beserta rekan kerja yang teah menjalin kerjasa dengan UNISMA seperti Timor leste dan Brunei Darussalam. Tarian pertama sebagai pembuka ada tarian yang berasal dari Aceh dan kemudian disusul oleh Tarian Daerah lainnya dengan meriah.

Selain menyajikan tarian daerah, unisma juga menyajikan stand-stand untuk memperkenalkan budaya lokal seperti budaya madura, bali, sulawesi, nusa tenggara dan lain-lain. Stand tersebut merupakan sumbangsih setiap fakultas di UNISMA untuk memperkenalkan budaya serta makanan khas dan juga pakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia seperti halnya stand  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bertemakan Surga Nusa Tenggara, Fakultas Kedokteran (FK) bertema Papua dan lain-lain.

Acara pada pagi hari itu berlangsung cukup meriah dibuka oleh sambutan rektor Unisma bapak Masykuri M,Si. Dan dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dibukanya serangkaian acara diesnatalies unisma yaitu Parade Budaya dan Expo Pendidikan. Selain adanya cara tersebut Unisma juga menjadi tuan rumah dari acara international yang cukup besar yaitu Global Summit Of University Leaders (GSoUL), sebuah ajang berkumpulnya beberapa rektor dari negara yang berbeda dan telah menjalin kerjasa dengan UNISMA untuk menandatangani MoU sebagai bukti kerja samanya dengan Unisma.

Diesnatalies pada tahun ini membawa aura yang berbeda dari tahun sebelumnya, sehingga dapat membuktikan bahwa kampus Unisma dapat unjuk gigi ke kancah international, selain itu adanya parade budaya juga dapat membuktikan akan keberaneka ragaman yang dimiliki oleh Indonesia seperti etnis,budaya, adat, ras dan lain-lain dapat diterima dengan baik di UNISMA.

“ acara ini memang kita desain sedemikian rupa unutuk mengapresiasi dari seluruh seni budaya di Nusantara, sebenarnya pihak kampus ingin menampilkan 30 lebih budaya dalam acara ini, namun karena terbatasnya waktu maka hanya 20 budaya saja sebab tujuan akan diselenggarakannya acara ini adalah terjalinnya keberagaman antar suku dan perbedayaan budaya, sebab mahasiswa harus bisa berbaur dan menerima perbedaan yang dimiliki oleh bangsa ini sebab, perbedaan ini adalah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia” ucap pak Badat Muwwahid selaku Wakil rektor 3 ketika dimintai keterangan saat acara tersebut.

Pak badat juga menambahkan bahwa pada hari kedua nanti saat pembukaan Global Summit Of University Leaders, juga akan ditampilkan tiga tarian terbaik untuk Grand Opening acara tersebut. Selain itu bapak wakil rektor 3 juga terkesan terhadap Stand yang dimiliki oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, sebab terkesan menarik dan juga kaget bahwa ternyata di Nusa Tenggara banyak tempat menarik, yang patut di kunjungi.

Acara berlangsung lancar dan cukup meriah, dan tidak terasa UNISMA sudah berumu 38 tahun, semoga dengan bertambahnya usia, dapat menjadikan warga UNISMA menjadi semakin matang dalam berfikir, bertindak, bertutur kata, dan tentunnya menjadi lebih baik, sebab yang menjadikan kampus terbaik, bukanlah bangunannya yang megah melainkan orang-orang yang lahir didalamnya dan ikut andil sebagai agen perubahan menjadi lebih baik.

Salah satu rektor dari Universitas Centro Da Comunidade Islamica De Timor Leste Arif Abdullah Sagran juga sempat menyampaikan bahwa “Alhmdulillah sudah yang kedua kalinya bisa hadirdi Unisma dan memang tempat ini merupakan Kampus Islam yang besar dan alhamdulillah Kampus di Timor Leste dapat berkerjasama dan saling mempererat dalam bidang pendidikan melalui MoU.sebab Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan dengan jumlah mahasiswa yang banyak turut memberikan warna dalam kebudayaannya”.

Pak arif juga menambahkan “kesan dan pesan ketika berkunjung di Unisma yaitu “Unisma terus meningkatkan kebanggaan pada islam dan Insyaallah kesuksesaan Unisma juga Kesuksesaan Islam, dari bumi nusantara hingga ke Timor Leste. Tiga kata yang dapat menggambarkan Unisma “ Unisma is Great”

(zah/iql)